Ruby 3.2.0 Preview 2 Dirilis

Kami dengan senang hati mengumumkan rilis dari Ruby 3.2.0-preview2. Ruby 3.2 menambahkan banyak fitur dan memperbaiki performa.

Dukungan WebAssembly berbasis WASI

Ini adalah sebuah port awal dari dukungan WebAssembly berbasis WASI. Port ini memperbolehkan sebuah CRuby binary untuk tersedia pada web browser, Serverless Edge environment, dan WebAssembly/WASI embedder lainnya. Saat ini, port melewatkan rangkaian tes dasar dan bootstrap dengan tidak menggunakan Thread API.

Latar Belakang

WebAssembly (Wasm) semula diperkenalkan untuk menjalankan program dengan aman dan cepat pada web browser. Tetapi sasarannya

  • menjalankan program secara efisien dengan keamanan pada berbagai macam environment - diinginkan sejak lama tidak hanya oleh web, akan tetapi oleh aplikasi umum.

WASI (The WebAssembly System Interface) didesain untuk berbagai macam kasus penggunaan. Walaupun aplikasi perlu berkomunikasi dengan sistem operasi, WebAssembly berjalan pada sebuah virtual machine yang mana tidak memiliki sebuah system interface. WASI menstandarkannya.

Dukungan WebAssembly/WASI pada Ruby bermaksud untuk memanfaatkan proyek-proyek tersebut. Ini memperbolehkan pengembang Ruby untuk memprogram aplikasi yang berjalan pada platform yang menjanjikan.

Kasus penggunaan

Dukungan ini mendorong pengembang untuk memanfaatkan CRuby pada WebAssembly environment. Sebuah contoh kasus penggunaan adalah dukungan CRuby pada TryRuby playground. Sekarang Anda bisa mencoba CRuby pada web browser.

Poin teknis

WASI dan WebAssembly saat ini memiliki beberapa fitur yang tidak didukung, seperti mengimplementasikan Fiber, exception, dan GC karena ini masih terus berkembang dan juga untuk alasan keamanan. Oleh sebab itu, CRuby mengisi gap tersebut dengan menggunakan Asyncify, yang mana adalah sebuah teknik transformasi binary untuk mengendalikan eksekusi pada lingkungan pengguna.

Sebagai tambahan, kami membangun sebuah VFS di atas WASI sehingga kami dapat mengemas aplikasi Ruby ke dalam sebuah berkas .wasm dengan mudah. Ini membuat distribusi aplikasi Ruby sedikit lebih mudah.

Tautan terkait

Regexp timeout

Sebuah fitur timeout pada Regexp matching diperkenalkan.

Regexp.timeout = 1.0

/^a*b?a*$/ =~ "a" * 50000 + "x"
#=> Regexp::TimeoutError is raised in one second

Diketahui bahwa Regexp matching mungkin membutuhkan waktu yang lama. Jika kode Anda mencoba untuk mencocokkan sebuah Regexp yang tidak efisien dengan sebuah masukan yang tidak terpercaya, seorang penyerang bisa mengeksploitasi ini untuk Denial of Service (disebut Regular expression DoS atau ReDoS) yang efisien.

Risiko dari DoS dapat dicegah atau dikurangi secara signifikan dengan mengatur Regexp.timeout berdasarkan kebutuhan dari aplikasi Ruby Anda. Mohon coba fitur ini pada aplikasi Anda. Kami menerima umpan balik Anda.

Catat bahwa Regexp.timeout adalah sebuah pengaturan global. Jika Anda ingin menggunakan pengaturan yang berbeda untuk Regexp tertentu, Anda bisa menggunakan kata kunci timeout pada Regexp.new.

Regexp.timeout = 1.0

# This regexp has no timeout
long_time_re = Regexp.new("^a*b?a*$", timeout: nil)

long_time_re =~ "a" * 50000 + "x" # never interrupted

Proposal asli https://bugs.ruby-lang.org/issues/17837

Fitur penting lainnya

Tidak lagi membundel sumber pihak ketiga

  • Kami tidak lagi membundel sumber pihak ketiga, seperti libyaml, libffi.

    • libyaml telah dihapus dari psych. Anda mungkin butuh untuk memasang libyaml-dev pada platform Ubuntu/Debian. Nama package bisa berbeda pada platform lain.

    • libffi akan dihapus dari fiddle pada preview2

Bahasa

  • Argumen dari anonymous rest dan keyword rest sekarang dapat dilewatkan sebagai argumen daripada sekadar digunakan pada parameter method. [Feature #18351]

      def foo(*)
        bar(*)
      end
      def baz(**)
        quux(**)
      end
    
  • Sebuah proc yang menerima sebuah positional argument dan keyword tidak akan lagi autosplat. [Bug #18633]

    proc{|a, **k| a}.call([1, 2])
    # Ruby 3.1 and before
    # => 1
    # Ruby 3.2 and after
    # => [1, 2]
    
  • Urutan evaluasi dari constant assignment pada objek eksplisit telah dibuat konsisten dengan urutan evaluasi tunggal. Pada kode berikut:

      foo::BAR = baz
    

    foo sekarang dipanggil sebelum baz. Demikian pula, untuk multiple assignment pada constant, urutan evaluasi left-to-right digunakan. Pada kode berikut:

        foo1::BAR1, foo2::BAR2 = baz1, baz2
    

    Urutan evaluasi berikut sekarang digunakan:

    1. foo1
    2. foo2
    3. baz1
    4. baz2

    [Bug #15928]

  • Pencarian pattern tidak lagi eksperimental. [Feature #18585]

  • Method mengambil sebuah parameter lain (seperti *args) dan mengharapkan untuk mendelegasikan keyword argument melalui foo(*args) sekarang harus ditandai dengan ruby2_keywords (jika belum terjadi). Dengan kata lain, semua method mengharapkan untuk mendelegasikan keyword argument melalui *args sekarang harus ditandai dengan ruby2_keywords, tanpa kecuali. Ini akan membuat transisi lebih mudah ke bentuk delegasi lain saat sebuah pustaka memerlukan Ruby 3+. Sebelumnya, penanda ruby2_keywords dijaga jika method penerima mengambil *args, tetapi ini adalah sebuah bug dan ketidakkonsistenan. Sebuah teknik yang bagus untuk menemukan potensi hilang dari ruby2_keywords adalah menjalankan rangkaian tes, menggunakan puts nil, caller, nil, dan mengecek setiap method/block pada rantai pemanggilan yang harus mendelegasikan keyword ditandai dengan benar sebagai ruby2_keywords. [Bug #18625] [Bug #16466]

      def target(**kw)
      end
    
      # Accidentally worked without ruby2_keywords in Ruby 2.7-3.1, ruby2_keywords
      # needed in 3.2+. Just like (*args, **kwargs) or (...) would be needed on
      # both #foo and #bar when migrating away from ruby2_keywords.
      ruby2_keywords def bar(*args)
        target(*args)
      end
    
      ruby2_keywords def foo(*args)
        bar(*args)
      end
    
      foo(k: 1)
    

Perbaikan performa

YJIT

  • Dukungan arm64 / aarch64 pada platform UNIX.
  • Membangun YJIT memerlukan Rust 1.58.1+. [Feature #18481]

Perubahan penting lainnya sejak 3.1

  • Hash
    • Hash#shift sekarang selalu mengembalikan nil jika hash kosong dibandingkan mengembalikan nilai default atau memanggil default proc. [Bug #16908]
  • MatchData
  • Module
  • Proc
    • Proc#dup mengembalikan sebuah instance dari subclass. [Bug #17545]
    • Proc#parameters sekarang menerima kata kunci lambda. [Feature #15357]
  • Refinement
  • Set
    • Set sekarang tersedia sebagai sebuah builtin class tanpa membutuhkan require "set". [Feature #16989] Ini dimuatkan secara otomatis melalui constant Set atau sebuah pemanggilan Enumerable#to_set.
  • String
    • String#byteindex dan String#byterindex telah ditambakan. [Feature #13110]
    • Memperbarui versi Unicode ke 14.0.0 dan Emoji ke 14.0. [Feature #18037] (juga diterapkan pada Regexp)
    • String#bytesplice telah ditambahkan. [Feature #18598]
  • Struct
    • Sebuah class Struct juga dapat diinisialisasi dengan argumen keyword tanpa keyword_init: true pada Struct.new [Feature #16806]

Isu kompatibilitas

Catatan: tidak termasuk perbaikan bug.

Removed constant

Berikut ini adalah constant yang telah dihapus.

Removed method

Berikut ini adalah method yang telah dihapus.

Isu kompatibilitas Stdlib

  • Psych tidak lagi membundel libyaml. Pengguna perlu memasang pustakan libyaml sendiri melalui package system. [Feature #18571]

Pembaruan C API

Removed C APIs

Berikut ini adalah API yang telah dihapus.

  • Variabel rb_cData.
  • Function “taintedness” dan “trustedness”. [Feature #16131]

Pembaruan pustaka standar

  • Berikut ini adalah default gem yang telah diperbarui.

    • TBD
  • Berikut ini adalah bundled gem yang telah diperbarui.

    • TBD
  • Berikut ini adalah default gem yang sekarang menjadi bundled gem. Anda perlu menambahkan pustaka berikut ke Gemfile pada bundler environment.

    • TBD

Lihat NEWS atau commit logs untuk lebih detail.

Dengan perubahan tersebut, 2393 berkas berubah, 168931 sisipan(+), 113411 terhapus(-) sejak Ruby 3.1.0!

Unduh

  • https://cache.ruby-lang.org/pub/ruby/3.2/ruby-3.2.0-preview2.tar.gz

    SIZE: 19816780
    SHA1: 2106c77fc1600daf41ae137ecc4cf7937e27f67f
    SHA256: 8a78fd7a221b86032f96f25c1d852954c94d193b9d21388a9b434e160b7ed891
    SHA512: 5e9ddcb1a43cff449b0062cc716bfb80a9ebbb14a1b063f34005e2998c2c5033badb44e882232db9b2fceda9376f6615986e983511fda2575d60894752b605cc
    
  • https://cache.ruby-lang.org/pub/ruby/3.2/ruby-3.2.0-preview2.tar.xz

    SIZE: 14578112
    SHA1: 538b3ea4dc0d99f60f8bd6f71e65a56ceeb41c18
    SHA256: 01fac0929dccdabc0686c1109da6c187897a401da9ff8851242befa92f7fd430
    SHA512: 0f4cc919284fdfa1a42b6381760d1b3a4660da4b0fcdd2adf01ea04a425548b3c5ac090866915675db73964a1055090e54dd97cf4628cbb69403e541c71c28ff
    
  • https://cache.ruby-lang.org/pub/ruby/3.2/ruby-3.2.0-preview2.zip

    SIZE: 24150109
    SHA1: 69ffffc52cad626166f73f21f25c29c9d73fe0e8
    SHA256: 67f9ad3110be1975b3ce547c0a6e2c910dfc1945fd6e9bb1bd340568897c6554
    SHA512: 1447e099e7a8da0ff206fda6f4e466640d6e86e9da8148315ab0154684b1fd22c02c0022b5a2f4d3fc00103b4e8cef8e35a770174921fd8c6abeca9ad41c1818
    

Apa itu Ruby

Ruby pertama kali dikembangkan oleh Matz (Yukihiro Matsumoto) pada 1993 dan sekarang dikembangkan sebagai Open Source. Ruby berjalan di berbagai platform dan digunakan di seluruh dunia, khususnya untuk pengembangan web.