Dari C dan C++ ke Ruby

Sulit menguraikan perubahan kode C atau C++ jika ditulis dalam Ruby karena perbedaan diantara mereka besar. Satu alasannya adalah Ruby melakukan banyak hal untuk anda. Ini berbeda dengan kenyataan bahwa di dalam C anda harus melakukan segalanya sendiri. Tujuan Ruby adalah untuk membuat pekerjaan programmer lebih gampang dengan cara melakukan hal-hal yang bisa diotomatisasi.

Ruby disebut dynamically typed language, berbeda dengan C yang statically typed. Perbedaan paling terlihat adalah: pada dynamically typed language sebuah variable bisa menunjuk ke obyek-obyek dengan tipe-tipe berlainan.

Misalnya, kalau pada bahasa C++ variabel siapa hanya bisa merujuk pada obyek bertipe Manusia (dan turunannya), pada bahasa Ruby variabel tersebut (dan variabel apa pun) bisa merujuk pada obyek bertipe Manusia, Pegawai, Perempuan, atau obyek yang lain, meski pun objek tersebut bukan turunan dari obyek Manusia.

Implementasi Ruby yang sekarang menjalankan kode Ruby lebih lambat daripada implementasi C atau C++ menjalankan C atau C++ code yang setara. Tetapi, Anda akan terkejut betapa cepat dan gampangnya menyelesaikan sebuah program dengan Ruby dan juga betapa sedikitnya kode yang Anda harus tulis. Ruby jauh lebih jelas daripada C++—anda pasti akan suka.

Lagipula, Anda bisa menulis extension module untuk Ruby dengan C. Module tersebut bisa dipakai dari Ruby code sama seperti module-module lainnya. Dengan cara ini, bagian kode Ruby Anda yang sensitif terhadap kecepatan eksekusi bisa diganti dengan C.

Dan tentu saja Ruby sendiri ditulis dengan C.

Contoh Source Code

Berikut ini adalah contoh program untuk menjumlahkan dua angka (diinputkan dari keyboard) di C:

#include <stdio.h>

int main(int argc, char *argv[])
{
    int a, b, c;

    scanf("%d", &a);
    scanf("%d", &b);

    c = a + b;
    printf("%d\n", c);
}

Anda dapat menuliskan program tersebut di Ruby sebagai berikut:

a = gets.to_i
b = gets.to_i
c = a + b
puts c

Sumber: A Very Quick Comparison of Popular Languages for Teaching Computer Programming

Kemiripan Ruby dengan C

Seperti di C, di Ruby,…

  • Anda bisa memprogram secara prosedural jika Anda suka (tetapi di balik layar sebenarnya kode Ruby Anda tetap berorientasi obyek).
  • Kebanyakan operator sama (termasuk operator compound assignment dan bitwise). Tetapi Ruby tidak punya ++ atau --.
  • Anda punya __FILE__ dan __LINE__.
  • Anda juga punya konstanta, tetapi tidak ada keyword khusus const. Konstanta menggunakan pengaturan penamaan, yaitu variabel yang diawali dengan huruf kapital adalah untuk konstanta. Misalnya NAMA_PERUSAHAAN.
  • String dapat menggunakan petik tunggal (tanpa interpolasi) maupun petik ganda (dengan interpolasi).
  • String bersifat mutable yaitu isinya bisa berubah meskipun objeknya sendiri tidak berubah.
  • Sama seperti man, Anda juga bisa membaca dokumentasi langsung di terminal Anda dengan menggunakan perintah ri.
  • Tersedia command-line debugger.

Kemiripan Ruby dengan C++

Sama seperti di C++, di Ruby,…

  • Anda punya banyak operator-operator yang sama (bahkan ::). Operator << juga sering digunakan untuk append elemen ke list. Tetapi perlu dicatat: di Ruby Anda tidak akan pernah menggunakan ->, di Ruby selalu menggunakan ..
  • Ada public, private dan protected. Namun perlu diperhatikan bahwa arti semantiknya mirip, namun tidak sepenuhnya sama dengan penggunaan C++.
  • Sintaks inheritance (penurunan kelas) sama satu karakter juga, tetapi menggunakan < bukan :.
  • Anda bisa menaruh kode Anda dalam “module”, mirip kalau di C++ Anda menggunakan namespace.
  • Ada juga Exception yang kurang lebih sama tetapi berbeda keyword.

Perbedaan-Perbedaan Ruby dengan C

Tidak seperti C, di Ruby,…

  • Obyek bersifat strongly typed (dan nama-nama variabel tidak punya type sama sekali). Obyek bisa berubah type, tapi Ruby akan selalu mengecek type obyek pada saat melakukan sesuatu. Bila Anda memanggil method atau instance variable yang tidak ada, Ruby akan memberikan pesan kesalahan.
  • Tidak ada macro ataupun preprocessor. Tidak ada cast. Tidak ada pointer (juga tidak ada pointer arithmetic). Tidak ada typedef@s, @sizeof, maupun enum.
  • Tidak ada file-file header. Anda cukup definisikan function Anda (biasanya disebut method di Ruby) dan kelas pada file source code utama.
  • Tidak ada #define. Cukup gunakan konstanta.
  • Di Ruby 1.8, kode diinterpretasi pada saat run-time daripada di compile ke machine-code ataupun ke byte-code.
  • Semua variabel ada di heap. Lebih jauh, Anda tidak perlu membebaskan variabel, sudah ada garbage collector untuk itu.
  • Argument-argument di metode (atau function) di pass by reference, bukan by value.
  • require 'foo' bukan #include <foo> atau #include "foo".
  • Anda tidak bisa drop down ke assembly.
  • Tidak pakai semicolon (titik koma ;) di tiap akhir baris kode.
  • Tidak perlu pakai buka dan tutup kurung untuk if dan while untuk ekspresi kondisi.
  • Buka dan tutup kurung untuk pemanggilan metode (atau function) boleh dipakai boleh juga tidak (opsional).
  • Biasanya Anda tidak menggunakan kurung kurawal (brace) untuk mengakhiri banyak baris (seperti perulangan while), karena Anda menggunakan keyword end.
  • Keyword do digunakan untuk “blok”. Jadi tidak ada “do statement” seperti di C.
  • Istilah “blok” berbeda dengan C. Blok adalah untuk blok kode yang Anda asosiasikan dengan pemanggilan metode sehingga body metode bisa memanggil blok saat kode dijalankan.
  • Tidak ada deklarasi variabel. Anda langsung bisa assign nama baru ke variabel disaat Anda memerlukan variabel.
  • Ketika dites, hanya false dan nil yang dianggap value false. Semuanya selain itu adalah true (termasuk 0, 0.0 dan "0").
  • Tidak ada char, yang ada string 1-letter.
  • String tidak diakhiri dengan null byte. Pada Ruby 1.8 elemen pembentuk String merupakan byte, dan Ruby belum membedakan antara string single-byte dan multibyte (misalnya encoding Unicode, dsb.), namun ada beberapa library yang berguna untuk mendukung aplikasi internasional di Ruby.
  • Array literal masuk dalam kurung kotak (bracket), bukan dalam kurung kurawal (brace).
  • Array secara otomatis membesar dan semakin membesar ketika Anda menambahkan elemen-elemen lagi ke array.
  • Jika Anda menambahkan dua array, Anda kembali dengan array baru yang membesar (tentu, dialokasikan di heap) daripada melakukan aritmetik pointer.
  • Pada sebagian besar kasus, semua hal adalah berupa expression (misalnya, statemen while sebenarnya menghasilkan sebuah rvalue).

Perbedaan-perbedaan Ruby dengan C++

Tidak seperti C++, di Ruby,…

  • Tidak ada reference secara eksplisit. Jadi setiap variabel di Ruby sudah otomatis dereference obyek tersebut. Apabila di C++ ada perbedaan antara orang.nama dengan orang->nama, di Ruby hanya ada orang.nama. Sintaks &orang juga tidak diperlukan di Ruby.
  • Obyek strongly tetapi dynamically typed. Jadi runtime-lah yang menentukan at runtime (disaat runtime) bahwa suatu pemanggilan metode berjalan atau tidak.
  • Konstruktor dinamakan initialize ketimbang nama kelas.
  • Semua metode selalu virtual.
  • Nama variabel (static) kelas selalu diawali dengan @ (seperti @total_widget).
  • Anda tidak bisa langsung mengakses variabel member, semua akses ke variabel member public (kalau di Ruby dikenal sebagai atribut) dipanggil lewat metode.
  • Pakai self, bukan this.
  • Beberapa metode diakhiri dengan ’?’ atau ’!’. Sebetulnya tanda tanya dan tanda seru tersebut juga merupakan bagian dari nama metode.
  • Tidak ada multiple inheritance. Tetapi Ruby punya “mixin” (jadi Anda bisa “inherit” / menurunkan semua metode instan dari module).
  • Ada pengaturan penamaan (mis. nama kelas selalu diawali dengan huruf kapital, nama variabel lokal diawali dengan huruf kecil).
  • Buka dan tutup kurung untuk pemanggilan metode boleh dipakai boleh juga tidak (opsional).
  • Anda bisa membuka lagi kelas kapan saja dan menambahkan metode-metode ke kelas tersebut.
  • Tidak perlu C++ template (karena Anda bisa assign obyek apa saja ke suatu variabel, dan type akan diketahui ketika runtime). Juga tidak ada casting.
  • Iterasi dilakukan dengan sedikit berbeda. Di Ruby, Anda tidak menggunakan obyek iterator terpisah (seperti vector<T>::const_iterator iter) tetapi obyek Anda cukup melakukan mixin module Enumerator dan memanggil metode seperti obyek_saya.each.
  • Hanya ada dua container type, yaitu Array dan Hash.
  • Tidak ada konversi tipe dan typecasting. Dengan Ruby, Anda akan mengetahui kenapa hal tersebut tidak diperlukan.
  • Mendukung multithreading, tetapi di Ruby 1.8 masih “green thread” (diimplementasikan hanya dengan interpreter) yang didukung.
  • Library unit testing sudah standar bawaan di Ruby.